Post Page Advertisement [Top]

Warna mencolok terlihat dari kejauhan pandang
Dengan sosok kesatria berperisai jemawa sedang berbaring
Arus penghidupan dan kehidupan dari arah mata angin yang pincang

Itu taman kata mereka, itu juga taman mereka kata
Taman dengan taman-taman yang singkat pengucapannya
Taman-taman sedang disesaki martir yang tersesat
Berjalan lunglai bercampur beribu olah logika

Martir-martir itu terpukau
Teks-teks pembenaran terpampang maya di setiap sudut dan halaman taman
Taman yang berhias akan kehangatan bara argumen
Taman itu bergelimang prasangka dan pembatasan

Taman yang meenghasilkan para pujangga-pujangga bilangan
Nyata, taman itu dikerubungi lalat-lalat resah
Yang nyaman karena udara dingin persegi panjang
Terbius oleh sinar dari kotak yang menyerupai kelelawar aneh
Yang hanya menghasilkan teriakan dalam hati
Produk imitasi menjadi jargon-jargon pembutaan
Taman kesakitan yang berusaha meninggalkan nurani
Taman kesakitan yang terus berlari dan melaju
menggilas semua suara-suara sumbang
Taman itu sekarang menuju ilusi

Ilusi yang harus mengubah setiap tumbuhannya
Agar taman ramah kepada dunia
Bukan taman dongeng-dongeng saja
Bukan taman sirkus cendekia belaka


Zani Noviansyah [buletin D'Journal 49 | V | 2011]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib