Post Page Advertisement [Top]


Oleh : AdiAriy_8
"BEM bukan hanya mengadakan event ceremonial kan?"
Keberadaan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menjadi salah satu hal menarik yang berkembang di kalangan mahasiswa. Fungsi dari lembaga ini sebagai wadah bagi mahasiswa untuk melatih potensi pada dirinya dalam berbagai hal termasuk manajemen organisasi, kepemimpinan, dan hal lainnya.

Meski terkandung kata “Eksekutif”, BEM bukanlah lembaga layaknya pemerintah dalam sistem trias politica. Menyamakan BEM dengan pemerintahan suatu negara sangat tidak tepat. Kenapa?

BEM tidak pernah membuat dan mengeluarkan peraturan positif yang mengikat kepada mahasiswa umum. Berbeda dengan rektorat yang memiliki kewenangan membuat peraturan yang mengikat kepada mahasiswa-mahasiswanya. AD/ART  yang disahkan pada Musyawarah LembagaMahasiswa (LM), memungkinkan BEM untuk melakukan hal tersebut. Namun, tidak ada dalam sejarah peraturan Ketua BEM mengikat kepada tiap mahasiswa. Lalu? Jika ada ya paling jadi kerecehan atau bahan tertawaan, karena BEM tidak memiliki aparatur penegak peraturan dan tidak bisa pula memberi sanksi.

Coba bayangkan jika BEM berkuasa dapat membuat peraturan larangan yang mengikat kepada mahasiswa. Misalnya, membuat larangan mahasiswa bercelana jeans dan larangan itu harus dipatuhi. Pastinya mahasiswa umum mengubah persepsi Badan ‘Event’ Mahasiswa (BEM) menjadi Badan ‘Event’ ‘Jangkrik’ Mahasiswa (BEJM).

Anggaran dana BEM yang terbatas juga mempengaruhi program kerjanya. Banyak program kerja yang sebenarnya bagus dan bermanfaat seperti seminar, olimpiade, pengabdian masyarakat dan berbagai pelatihan lainnya yang dalam realisasinya, hanya beberapa mahasiswa yang mengikuti dan cuma itu-itu saja orangnya. Dengan kata lain, tidak seluruh mahasiswa dapat menikmatinya.
Pengurus BEM juga mahasiswa aktif yang mengikuti perkuliahan tiap harinya, mengemban tugas tugas kuliah dan juga tugas keluarga. Walaupun demikian, mereka selalu meluangkan waktunya untuk berfikir dan bekerja keras untuk merealisasikan program kerja yang bertujuan untuk memberikan manfaat bagi mahasiswa.

Pernyataan BEM hanya EO (Event Organizer) seolah terkesan negatif. Namun sebenarnya EO ini tidak salah sepenuhnya mengingat event yang diadakan BEM kebanyakan adalah event ceremonial seperti perayaan ulang tahun BEM atau event penyambutan hari-hari besar dengan berpesta juga event-event internal organisasi seperti awarding anggota BEM sendiri. Tidak terlihat acara yang sangat berbau eksekutif dari BEM. Jadi, salahkah jika menganggap BEM adalah Badan “Event”  Mahasiswa?

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by LPM JournalColorlib