lpmjournal.id – Senat Mahasiswa (Sema) mengadakan Controlling Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tahap 2 di Citra II, Universitas Amikom Yogyakarta (18/7/2019). Kegiatan ini diadakan untuk  membahas program kerja BEM yang telah terlaksana, program kerja BEM yang tertunda terlaksana, Program kerja BEM yang tidak terealisasi serta kegiatan insidental yang dilaksanakan.

Kegiatan yang hanya dihadiri oleh pihak Sema dan BEM secara tertutup tersebut merupakan hasil permintaan Presiden Mahasiswa, Hadi Purnomo ketika Controlling BEM tahap 1. Saat itu pihaknya beranggapan bahwa BEM bekerja secara profesional, sesuai AD/ART Lembaga Mahasiswa.

Ketua Sema, Alif mengatakan bahwa sudah banyak aspirasi yang masuk ke Sema dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) terkait kinerja dari pihak BEM. Karena kondisi tersebut, pihak Sema segera mengadakan Controlling BEM tahap 2.

“Kalo dibiarkan terus menerus, tidak baik buat temen-teman yang dibawahi.” Ungkapnya ketika di hubungi melalui pesan whatsapp.

Dengan diadakannya Controlling BEM tahap 2 ini, pihak Sema berharap BEM bisa memperbaiki pelayanan ke UKM, BSO dan mahasiswa.

“Akhir-akhir ini UKM juga banyak yang mengeluh tentang pelayanan administrasi.” Ucapnya.

Hasilnya?

Diawali pemaparan oleh Kementrian Dalam Negeri BEM, terkait penyerapan mahasiswa umum, pihaknya melakukan dengan pendekatan seperti biasanya, seperti: tegur, sapa dan berbincang. Tidak ada teknis khusus.

Untuk mendata aspirasi mahasiswa tersebut, pihaknya sudah membuat list data aspirasi, namun tidak dibawa saat controlling. Mereka menyebutkan bahwa aspirasi mahasiswa lebih banyak mengarah ke infrastruktur, seperti: lahan parkir, rokok, dll.

Dilanjutkan dengan pemaparan oleh Kementerian Kajian Strategis, terkait program kerja ‘Ngopi’, rencananya akan dilakukan pada 2 September. Program kerja yang juga dicanangkan saat kampanye pemilihan presiden mahasiswa ini masih ada kendala terkait hubungan teman-teman di BSC. Kementrian Kajian Strategis juga memiliki program kerja ‘Bedah Buku’ yang rencananya akan diadakan pada Oktober.

Pada sesi selanjutnya, menteri maupun staf Kementrian Administrasi tidak dapat mengikuti Controlling BEM tahap 2, sehingga diwakilkan.

Kementrian Luar Negeri yang selanjutnya memaparkan kinerjanya. Pihaknya masih ada kendala, sehingga dari Sema memberikan rekomendasi untuk mengevaluasi kelemahan tersebut. Sema juga menyarankan supaya Kementrian Luar Negeri berkolaborasi dengan Kementrian Kajian Strategis untuk Musyawarah Nasional.

Kementrian Riset dan Teknologi memaparkan ada tiga program kerja, namun data dari sekertaris, program kerja hanya ada dua. Terkait perencanaan internal dan eksternal, pihaknya Kementrian Riset dan Teknologi mengatakan bahwa progress internal dilakukan dua minggu sekali, berkoordinasi dengan Kementrian Sosial Masyarakat dan Kementrian Dalam Negeri. Sedangkan progress eksternal, pada kepengurusan ini pihaknya hanya menargetkan hingga lolos perizinan. Masih ada kesulitan terhadap kondisi di lapangan. Ketika pihak Sema meminta data detail hasil riset, Kementrian Riset dan Teknologi tidak melampirkan. Pihaknya akan melaporkan data hasil riset ke Sema pada minggu awal UAS.

Lanjutan Hasil..

Sementara itu, Kementrian Komunikasi dan Informasi diberi rekomendasi untuk benar-benar mengejar program kerja mereka. Pihaknya menanggapi, dan melakukan koordinasi kembali antara menteri dan stafnya.

Kementrian Advokasi sejauh ini telah melakukan pengawalan terhadap isu dan sejauh ini menghasilkan: Amikom bebas rokok memang sangat sulit dilakukan; harga kantin yang terlalu mahal, pihaknya mengatakan bahwa harga memang sudah menjadi target setelah dilakukan survei; permasalahan parkir depan sudah dibuatkan SK; untuk masalah larangan menjual dagangan di meja-meja ruang publik sudah menjadi kebijakan lembaga melalui Direktorat Sarana dan Prasarana, yang kemudian penjual diarahkan untuk kerjasama dengan koperasi. Pihaknya belum menemukan titik tengah.

Kementrian Pemberdayaan Perempuan telah melakukan beberapa kegiatan, baik kepanitiaan internal maupun kerjasama dengan UKM yang terkait. Untuk kegiatan lainnya sedang berlangsung dan beberapa juga sedang proses perencanaan.

Kementrian Ekonomi Kreatif meniadakan workshop, namun pihaknya langsung menggandeng mahasiswa untuk bergabung atau bekerjasama dengan menggunakan metode pendekatan. Hasilnya sudah lebih dari 20 orang.

Pada pemaparan Sekertaris Eksekutif, sekertaris stand hanya ketika aktif kuliah. Jika libur perkuliahan, Sekertaris Eksekutif kurang aktif. Untuk masalah format proposal maupun lembar pertanggungjawaban sudah dilakukan sosialisasi. Namun ada beberapa format yang memang belum ada, seperti rundown acara kegiatan lomba. Pihaknya juga mengalami kesulitan untuk berkoordinasi dengan sekertaris UKM/BSO.

Dilanjut Bendahara Eksekutif, pihaknya menjelaskan bahwa laporan dana lembaga pada lembaga mahasiswa ada tiga: LDK, Kesekretariatan dan Upgrading.

Kementrian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia masih seperti tahun sebelumnya, bahwa Kementrian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia sebagai ibu dari menteri lain. Namun saat ini, Kementrian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia mengalami kendala, pasalnya Forum Keluarga (Forga) belum berjalan maksimal dikarenakan menteri sedang sakit.

Dalam menjalankan program kerja membangun desa, Kementrian Sosial Masyarakat saat ini mulai pendekatan sosial, tepatnya di Tambakboyo. Dan ada beberapa program kerja yang tidak bisa mengikuti atau melaksanakannya, karena kendala.

 

Reporter : Ari, Arsi
Editor : Yanto

No more articles