Demokrasi Dikorupsi hingga Mempertanyakan Dana LM

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Alerta!!! Alerta!!! Alerta!!!

Semalam saya ketiduran di Secangkir Jawa sehabis mengerjakan tugas UTS dan semua masih damai-damai saja. Tadi pagi setelah bangun tidur, kok jadi ramai gini? Ya setidaknya ramai bagi lingkaran pergaulanku di gedung BSC. Katanya semalam ada konsolidasi di depan Gedung VII Amikom, saya pribadi tidak tau ada konsolidasi itu. Baru tadi pagi  dapat posternya karena di-repost oleh instagram @anakamikom. Di poster ada logo Aliansi Rakyat Bergerak. Poster-poster dan pernyataan yang menyatakan Amikom butuh revolusi. Wah gila sih, Aliansi Rakyat Bergerak loh, aliansi yang sama yang menggerakan aksi #GejayanMemanggil. Menyesal sekali saya karena gak tau aliansi itu bikin konsolidasi di kampus. Betapa apatisnya saya ini.

Eh tapi tunggu, ini beneran Aliansi Rakyat Bergerak yang itu? Tapi kok kalau dilihat dari posternya meragukan ya?

Bukanya Aliansi Rakyat Bergerak nasional sudah menyatakan mereka anti provokasi? Lah Aliansi Rakyat Bergerak yang di Amikom kok gini? Atau mungkin mereka cuma numpang nama besar? Jelas beda sama yang nasional soalnya. Mereka anti provokasi, pun kajiannya jelas. Sampai sekarang saya belum dapat pers realease atau kajian sikap dari konsolidasi semalam. Malah poster-poster dan seruan provokatif yang ramai.

Dan semua orang pun berakhir dengan pertanyaan,

“Mereka kenapa sih? Ada apa?”

Tapi bukan itu yang mengganggu saya. Disini pun saya tidak paham isu apa yang coba mereka angkat. Mungkin kalau udah jelas dan isunya emang bener serta kajiannya gak ngasal, tertarik juga saya ikut mengawal. Jadi tulisan ini tidak anti isu yang coba mereka angkat ya? Bagaimana bisa saya anti pada sesuatu yang tidak jelas.

Masalah yang benar-benar mengganggu saya datang dari salah satu orang yang story instagramnya direpost oleh akun @anakamikom.

Dari instagram Anak Amikom, saya melihat story yang menyebutkan Amikom butuh revolusi, bukan koalisi. Karena penasaran, saya kemudian menyempatkan diri melihat akunnya dan juga story-nya dan saya temukan tulisan dengan judul,”HARI INI WARGA AMIKOM DIBODOHI LAGI!” Full capslock dan menggunakan tanda seru. Tulisan itu mengutip AD/ART LM perihal sumber pendanaan, dengan tulisan di bawahnya,”DEMOKRASI DI KORUPSI!!!”

Sebenarnya tujuan utama saya membuat tulisan ini adalah untuk menjawab tulisan di atas yang bagi saya lucu tapi mungkin dapat membuat teman-teman mahasiswa umum salah paham bahkan terprovokasi, mengingat kemungkinan instagram story itu dibaca banyak mahasiswa cukup besar setelah dibagikan oleh akun @anakamikom.

Sebelumnya mungkin ada yang belum tahu apa itu Lembaga Mahasiswa (LM). LM adalah organisasi kemahasiswaan (Orkema) yang di bawah pembinaan Pembina LM dan berada dalam pengawasan Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan dan alumni. Jadi Lembaga Mahasiswa bukan hanya BEM dan SEMA saja.

Jadi darimana LM atau Orkema mendapat dana untuk berkegiatan?

Seperti yang dituliskan dalam AD/ART, sumber pendanaan LM untuk berkegiatan diperoleh dari presentase jumlah mahasiswa baru atau dana anggaran kegiatan kemahasiswaan dan atau usaha lain yang tidak mengikat.

Iya, memang salah satunya berasal dari uang mahasiswa. Tapi untuk dapat mencairkan uang itu ada alur dan aturannya, tidak sembarangan.

LM yang mau mengadakan kegiatan dan menggunakan dana lembaga harus terlebih dahulu membuat proposal. Dalam proposal itu jelas disebutkan nama kegiatan tujuan kegiatan, rundown kegiatan,waktu kegiatan, tempat kegiatan, jumlah dana yang dibutuhkan dan lain-lain. Proposal itu pun harus ditandatangani Pembina LM, Presiden Mahasiswa, dan Direktur Kemahasiswaan sebelum akhirnya anggota LM bisa mengajukan surat pencairan dana. Dalam proses inilah proposal melalui seleksi dan revisi yang ketat. Jadi tidak mungkin ada kegiatan yang mempermainkan seperti kata penulis instagram story di atas.

Penulis instagram story di atas juga membahas arah uang tidak diketahui dan menduga bahwa mungkin dipermainkan.

Sebenarnya jika memang ingin mengetahui kemana perginya uang yang digunakan untuk berkegiatan LM, semua mahasiswa dapat melihatnya melalui LPJ kegiatan.

Selanjutnya apa itu LPJ? LPJ atau laporan pertangung jawaban adalah laporan yang harus dibuat oleh LM yang telah selesai melaksanakan kegiatan. Di sini pula dilaporkan realisasi acara, realisasi dana beserta notanya lengkap.

LPJ ini diarsipkan ke Lembaga Kemahasiswaan. Selain harus mengarsipkan LPJ yang di dalamnya ada Laporan Keuangan (LPK) nya ke Lembaga Kemahasiswaan, LM yang telah selesai dengan kegiatannya pun harus mengarsipkan Laporan Keuangan (LPK) nya ke Senat Mahasiswa.

Jadi kalau memang teman-teman ingin tau untuk apa saja LM menggunakan uang, silahkan cek arsipnya ke Lembaha Kemahasiswaan atau ke Senat Mahasiswa. Dengan senang hati pasti akan ditunjukkan. Sebutkan saja kegiatan apa, Orkema mana yang mengadakan. Dengan senang hati akan ditunjukan.

Jadi pertanyaannya, kalian tidak tau atau tidak mau mencari tau kemana uang itu digunakan?

Jadi menjawab caption Demokrasi Dikorupsi seperti tertera dalam poster yang lagi hits, Apakah Lembaga mahasiswa korupsi atau semacamnya?

Tentu saja tidak dan jika ingin mengadakan audit keuangan ya silahkan saja.

Toh tidak jarang Anggota LM mengadakan kegiatan dengan melibatkan mahasiswa umum baik dari segi acara maupun kepanitiaan.

Anggota LM juga mahasiswa yang membayar, berhak juga  menggunakan uangnya. Toh juga uang yang digunakan selalu dipertanggung jawabkan, tidak dipermainkan seperti yang dituduhkan si pembuat story instagram tersebut.

Menyedihkan sekali melihat orang berkomentar bahkan memprovokasi tanpa membaca, tanpa mencari tahu terlebih dahulu dan tanpa menyertakan bukti. Hanya menduga duga.

Selanjutnya mengingat tagline yang ada pada story instagram tersebut sama dengan poster yang terdapat logo Aliansi Rakyat Bergerak yaitu,”DEMOKRASI DIKURUPSI”, saya curiga hal ini berangkat dari konsolidasi yang sama.

Jika memang begitu, So Shame on You Aliansi Rakyat Bergerak cabang Amikom.

Yang terakhir, kalian mau ngapain sih?

Mbok cepet dijelasin, keluarin pernyataan sikap atau apa gitu biar jelas.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email