puisi

Teruntuk Tuan nan jua Puan-lpmjournal.id

Teruntuk Tuan nan jua Puan

Ku sampaikan rangkaian kata yang telah ada dalam benak sejak lama. Agar bebannya berkurang, agar kepala ini tak lagi sakit di setiap malam. Diketik saat dini ...
article placeholder

Trilogi Pra-Revolusi

Malam IniMalam ini akan ku kabarkanJeritan-jeritan yang mengemis keadilanRintihan yang tak kunjung usai merong-rongKalam-kalam yang tak pernah terdengarM...
Trilogi Puisi Puing-Puing Asa Terakhir

Trilogi Puisi Puing-Puing Asa Terakhir

/1/KOBARANRangkaian diksi dikobarkanJiwa kami telah terbakar api semangat juangKami tak kan gentar melawanSemua telah dipersiapkanKami melangkah pasti ...

KATA ORANG

Kata orang, waktu adalah uangBerarti di dunia ini tidak ada si kaya dan si miskinYang ada hanyalah yang berusahaatau pemalasyang berusaha akan memanfaat...

Sembunyi

Kamu yang terpuruk sepiDiam membisu karena amarah atas ketidakadilan hidupKamu yang mencari arti bahagia namun tak menemukannyaSeperti sungai kau mengik...
article placeholder

BAPAK

Bapak tidak mengandungku, tapi darahnya mengalir di nadiku, semua sifat terbaiknya diwariskannya kepadaku.Dia tidak melahirkanku, tapi saat ku lahir, dia ad...

PULANG

Aku pulanggg…..Gema suaraku terdengar hingga belakang rumahHingga satu tetes hujan menyadarkankuYang ku rindukan sambutannya tak akan ku dengar lagiAku rind...
article placeholder

Aku, Kamu dan Jarak

Dia bukan penghalang untuk melihatmu saat ku rinduDia bukan pembatas dinding pemisah satu sama lainDia bukan pengukur seberapa jauh perasaan kita Dalam r...