Kamis (14/3/2020) Universitas Amikom Yogyakarta, mengadakanbeberapa kebijakan demi pencegahan dan penyebaran Virus Corona. Merujuk padasurat edaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID 19).  

Kegiatan perkuliahan klasikan maupun praktikum pada 16 hingga 28 Maret 2020 akan dilakukan secara online dengan memanfaatkan e-learning Universitas Amikom Yogyakarta, serta menggunakan platfrom lainya seperti Zoom, dan Google Classroom. Karena akan dilakukan sterilisasi ruang dan fasilitas gedung. Sementara untuk model maupun teknik monitoring perkuliahan akan dilakukan oleh Ketua Program Studi masing – masing.

Untuk presensi mahasiswa akan ada pengumuman dari Direktorat Innovation Center (IC) Universitas Amikom Yogyakarta, dikarenakan perlunya aplikasi yang harus diinstal terlebih dahulu oleh Dosen. Jadwal mengajar dapat dilakukan sesuai jadwal atau di luar jadwal reguler tergantung kesepakatan dengan mahasiswa.

Pihak kampus pun juga menyiapkan berbagai pencegahan, salahsatunya dengan menyiapkan Hand Sanitizer di beberapa sudut gedung. Seperti di gedung 4, diletakan di depan dekat pintumasuk. Sementara di gedung 5 bisa dijumpai di lantai 2.

“Iya jadi sekarang ada Hand Sanitizer, biasanya ada di lantai bawah setiap gedung ada” kata Resy Ulfa (20) Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi.

Keberadaan Hand Sanitizer  juga di nilai positif oleh Mahasiswa. Salsabil (20) Mahasiswi angkatan 18 ini mengatakan bahwa dengan adanya Hand Sanitizer berdampak sangat baik, karena pelayanan tersebut bisa dijumpai di kampus. Mengingat membeli Hand Sanitizer di toko mulai sulit karena wabah Corona.

Kemudian pelaksanaan Kegiatan Wisuda Periode 74 pada (18/04/0202) dinyatakan ditunda, ijazah dan Transkip Nilai akan diberikan sesuai jadwal yang tengah ditentukan. Untuk Penerimaan Mahasiswa Baru akan dilaksanakan seperti biasa dengan mengikuti protokol pencegahan Virus Corona. Selain itu bagi acara seminar yang melibatkan banyak mahasiswa, dosen, dan karyawan juga akan di tunda sampai meredanya pandemic COVID 19.

Penulis: Ivana

No more articles