Sebuah film Indonesia muncul dan menghiasi layar lebar tanah air dengan genre drama keluarga. Film “Malaikat Tanpa Sayap” ini mengisahkan betapa berartinya sebuah keluarga. Makna terdalam dari cerita film ini mengajarkan kita akan arti pengorbanan dan perjuangan seorang remaja untuk keluarga dan orang yang dicintainya.

Skenario film ini ditulis oleh Anggoro Saronto dan disutradarai oleh Rako Prijanto. Film ini banyak menampilkan dialog puitis yang sangat menyentuh hati para penontonnya. Film ini juga diiringi lagu dari “Dewi Lestari” dengan judul lagu “Malaikat Juga Tahu” . Sehingga susana hati para penonton semakin merasakan perjalanan cerita film ini.

Film yang awalnya bermula dari Vino (yang diperankan oleh Adipati Dolken) tidak terlalu dekat dengan keluarga apalagi setelah papanya, Amir (Surya Saputra) bangkrut akibat ditipu rekan bisnisnya hingga mereka pindah dari perumahan elite ke rumah kontrakan di gang. Mamanya, Mirna (Kinaryosih) justru kabur dari rumah, bahkan tega meninggalkan, Wina (Geccha Qheagaveta), putrinya yang berusia 5 tahun.

Suatu ketika Wina terjatuh di kamar mandi dan dari hasil rontgen Wina diharuskan menjalani operasi, kalau tidak kakinya infeksi dan harus diamputasi. Wina membutuhkan transfusi darah karena pendarahan, sementara golongan darah Wina cukup langka A rhesus negatif. Vino yang mempunyai golongan darah yang sama, mengajukan diri. Saat itulah, Calo (Agus Kuncoro) yang sedang mencari pendonor jantung mendengar hal itu menawari Vino untuk menjadi pendonor jantung karena ada resipien (calon penerima jantung) yang golongan darahnya sama dengan Vino.

Di rumah sakit itu pula Vino berkenalan dengan Mura (Maudy Ayunda). Sejak Sejak itu Vino merasa hidupnya berwarna. Vino yang awalnya sempat putus asa hingga bertransaksi dengan Calo, mulai goyah. Ia tidak mau mendonorkan jantungnya namun hal itu membuat Calo marah besar.

Penasaran dengan jalan cerita filmnya yang sangat puitis ? Langsung saja saksikan dibioskop kesayangan anda yang diputar serempak diseluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 9 Februari 2012 | Deni

No more articles