Khalayak menganggap bahwa Universitas Amikom Yogyakarta merupakan kampus IT. Stereotip tersebut terbentuk ketika Amikom masih berstatus Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer. Kemudian Amikom mendeklarasikan sebagai kampus Creative Economy Park setelah perubahan statusnya.

Awalnya mahasiswa menginginkan untuk lebih fokus ke kompetensi jurusannya, khususnya IT. Namun keinginan tersebut harus terbagi dengan kegiatan belajar mengajar yang mengedepankan kewirausahaan. Hal ini se-linear dengan sebuah penelitian, minat kompetensi mahasiswa Amikom belum sesuai dengan kompetensinya (Bidang IT).

Dalam penelitian ini, hanya untuk jurusan di bidang IT, misalnya Informatika dan Sistem Informasi. Penelitian yang berjudul “Pemetaan Minat Bisnis Mahasiswa di Universitas Amikom Yogyakarta Berdasarkan Kompetensi” tersebut disusun oleh dua dosen Amikom, yaitu Yusuf Amri Amrullah dan Anggrismono.

Di dalamnya, tercantum penduduk Indonesia yang berprofesi wirausaha jauh tertinggal dengan negara lain di ASEAN. Pertumbuhan kewirausahaan di suatu negara terletak pada peran perguruan tinggi dalam menyelenggarakan pendidikan kewirausahaan (Zimmerer, 2002). Penulis berpendapat bahwa Amikom telah menyelenggarakan hal tersebut, “dibuktikan dengan tingginya jumlah alumni yang memilih bekerja sebagai pengusaha.”

Namun kewirausahaan yang dijalankan oleh para alumni juga banyak yang tidak sesuai dengan kompetensinya di bidang IT (BPC Amikom 2016). Dengan rincian 12 persen dari 1824, yaitu 222 alumni. 159 alumni bekerja sebagai wirausaha yang sesuai dengan kompetensi (IT) dan 63 alumni bekerja sebagai wirausaha non IT (tidak sesuai kompetensi). Terkait hal tersebut, peneliti melakukan pemetaan minat bisnis mahasiswa berdasarkan kompetensi.

Sekarang ini banyak pandangan khalayak tentang kuliah tak menjanjikan sebuah kesuksesan. Tak ayal, nantinya hasil penelitian ini memperparah gambaran tersebut. “Kita kuliah di dibidang IT, tapi pada akhirnya kita berwirausaha di luar dunia IT,” kalimat tersebut akan lebih menguat apabila kita melihat hasil penelitian ini. Yang awalnya kita berorientasi, “dalami satu ilmu,” akan beralih ke, “lebarkan sayap untuk menguasai keadaan, inovatif dan kreatif.”

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa 72.24 persen mahasiswa minat bisnisnya tidak sesuai dengan kompetensinya. Sedangkan minat bisnis mahasiswa yang minat bisnisnya sesuai dengan kompetensinya hanya sampai di angka 24.66 persen. Kesimpulannya, peneliti berargumen, “Implikasi dari penelitian ini yaitu hendaknya tugas-tugas pada mata kuliah kewirausahaan lebih diarahkan ke arah IT.”

Sebaiknya melihat kontekstualnya sekarang, bahwa memang begitu yang terjadi. Buktinya penulis lebih suka di sebuah media. Tapi sebenarnya sekarang IT sudah merambah ke seluruh bidang, artinya dimanapun bidang kita nantinya, pada akhirnya akan ber-‘IT’ ria. Atau sekarang bisa dilihat sendiri, Amikom lebih memeratakan seluruh bidangnya, buktinya Prodi S1 Akuntasi saja harus ada Broadcasting-nya.

No more articles