Login With Google

Ada yang masih ingat dengan film Avatar di tahun 2009? Film fiksi ilmiah petualangan besutan James Cameron telah menarik perhatian pada masanya. Film ini menceritakan tentang kehadiran manusia bumi yang ingin menempati planet baru, planet yang sudah ditempati oleh suku Na’vi.

Secara umum, film ini ingin menggambarkan adanya konflik antara: manusia bumi, yang ingin menguasai tanah Pandora dengan penduduk pribumi (manusia Pandora) yang ingin mempertahankan tanah mereka. Akibatnya adalah kehancuran yang dialami oleh suku Na’vi. Namun mereka tidak mau tinggal diam dan membiarkan tempat tinggal dan lingkungan mereka dirusak dan dihancurkan oleh manusia yang serakah. Akhirnya pertempuran dimenangkan oleh suku pribumi, dengan bantuan The Mother Nature.

Film Avatar dapat dikatakan sebagai film anti korporasi, anti imperialisme, dan anti teknologi. Dapat disimpulkan bahwa film ini bermaksud menyampaikan pesan ekologis bagi generasi muda untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Untuk menjelajahi biosfer Pandora, para ilmuwan menggunakan hibrida Na’vi dan manusia yang disebut “avatar”, yang dioperasikan oleh manusia sesuai genetiknya.

Selanjutnya, kita bergeser di tahun 2010, tentu kita juga masih ingat dengan film Avatar: The Last Airbender, film yang menceritakan kehidupan seratus tahun sejak negara api mendeklarasikan perang terhadap tiga negara lain, yaitu udara, air, dan bumi.

Diceritakan bahwa negara api memiliki ambisi kuat untuk mengalahkan ketiga negara itu dan menguasai dunia. Kita masih ingat dengan tokoh bernama Ang, dimana ia adalah satu-satunya Avatar atau orang yang mampu menguasai semua elemen, udara, air, bumi, dan api.

Film Avatar: The Last Airbender sebenarnya unik dan inovatif dalam membangun konsep “pengendali elemen”, kemampuan untuk merekayasa unsur-unsur bumi, api, air, udara.

Kemudian tahun 2020, khususnya di awal September, lini masa media sosial Facebook baru-baru ini dibanjiri dengan unggahan yang menampilkan fitur avatar buatan penggunanya.

Fitur Facebook avatar ini sebenarnya sudah dirilis di sejak Mei lalu di Amerika Serikat (AS) dan kini bisa dinikmati oleh para pengguna di Indonesia.

Pengguna Facebook saat ini adalah mereka yang berusia rata-rata 30 tahun ke atas. Sedangkan mereka yang saat ini masih sekolah di jenjang SD-SMA/kuliah, sudah mulai meninggalkan atau tidak memakai Facebook sebagai media sosial, karena dianggap terlalu umum, sedangkan di usia mereka lebih condong ke Instagram atau media sosial lain yang lebih privacy.

Maka tidak heran, jika aplikasi avatar ini hanya bisa diunggah oleh mereka yang masih setia dengan media sosial Facebook. Fitur avatar ini hanya bisa dibuka atau digunakan melalui hp android masing-masing.

Fitur avatar bisa digunakan sebagai variasi, ketika pengguna ingin mengunggah status, memberikan komentar pada unggahan teman, atau membagikan hasil karya animasi diri sendiri di Facebook Story.

Fitur avatar dapat membuat profil diri sendiri menjadi identitas kartun dan stiker animasi, yang bisa dibagikan melalui fitur obrolan Facebook Messenger. Akses untuk membuat avatar juga bisa dilakukan dengan cara masuk ke avatar teman yang dijadikan stiker, yang diunggah di kolom komentar.

Fitur avatar merupakan representasi digital yang memungkinkan pengguna Facebook untuk berbagi emosi dan mengungkapkan perasaannya dengan cepat sehingga meminimalkan komunikasi selama percakapan.

Fitur avatar Facebook juga dapat digunakan dalam membuat komentar, cerita, dll. Fitur yang dimiliki Avatar Facebook bisa digunakan untuk membuat profil dirinya menjadi identitas kartun, emoticon, dan stiker animasi.

Kebetulan, sekarang saya sedang hobi menggambar tokoh animasi, dan dipertemukan dengan aplikasi avatar ini, sehingga saya juga tertarik untuk mencoba membuat karakter animasi diri saya sendiri. Ternyata hasilnya menurut saya bagus dan menarik. Saya berikan apresiasi kepada orang yang memiliki ide untuk membuat fitur avatar ini.

Fitur avatar membanjiri linimasa media sosial, namun saat ini saya tidak akan mengulas bagaimana cara membuat fitur ini, karena hal ini bisa diikuti dengan mudah atau bisa juga dengan tanya ke google. Saya lebih ingin mengajak untuk melihat subtansi yang bisa diambil dari ‘avatar’ Facebook antara lain:

Makna pertama, kaitannya dengan film Avatar di tahun 2009, dikatakan bahwa untuk menjelajahi biosfer Pandora, para ilmuwan menggunakan hibrida Na’vi dan manusia yang disebut “avatar”, yang dioperasikan oleh manusia sesuai genetiknya. Dalam fitur avatar ini kita juga menjelajahi dunia maya atau media sosial dengan menggunakan avatar kita masing-masing. Tentunya sebisa mungkin kita buat agar mirip dan sesuai dengan karakter kita. Sebagai avatar, kita diajak agar tidak tinggal diam dan membiarkan lingkungan sekitar kita dirusak oleh manusia yang serakah, atau jangan sampai kita sendiri yang ngaku sebagai avatar malah bersikap yang negatif, tidak peduli.

Selanjutnya, kita diharapkan untuk menjadi sosok Avatar atau orang yang mampu menguasai semua elemen, udara, air, bumi, dan api seperti Aang. Memiliki keseimbangan dalam hidup dan dalam berbagai hal. Mampu menjadi pribadi yang supel dan mampu menguasai ilmu dan perkembangangan teknologi saat ini. Sekaligus sebagai sosok yang berani memamerkan hal yang positif dan baik dengan bumbu komedi.

Terakhir, kita dihadapkan pada sebuah pilihan, ketika memulai editing fitur avatar di gawai masing-masing. Pertama, apakah kita akan menampilkan sosok avatar yang sebisa mungkin mirip dengan diri kita sendiri (dengan cara bercermin), memilih bentuk mata, alis, hidup, wajah, mulut, rambut bahkan tahi lalat yang sesuai dengan karakter kita. Kedua, apakah kita akan membuat sosok avatar yang lebih bagus, lebih cantik, lebih ganteng dari aslinya. Ketiga, apakah kita justru akan membuat avatar yang jauh berbeda, lebih aneh dari aslinya.

Pilihan ada pada diri kita masing-masing, yang jelas jika kita sudah berani coba, maka saat ini kita adalah pahlawan (avatar) di media sosial. Menggunakan fitur avatar untuk menyebar kebaikan, memposting status yang positif, mengapresiasi postingan teman dengan positif, bukan sebaliknya.

Selamat menjadi Avatar di masa kini.

No more articles