Login With Google

Topeng Dali telah menjadi simbol di seluruh dunia bagi mereka yang melawan.

Jika berbicara mengenai film maupun serial yang mengusung tema kriminal, maka Money Heist layak diperhitungkan. Serial Money Heist atau La Casa de Papel ini bakal menunjukkan kepada pemirsa bagaimana The Royal Mint of Spain atau pencetak uang Spanyol dibikin kelabakan dengan aksi pencurian yang begitu brilian.

Setidaknya itu yang terjadi di dua musim pertama. Dua musim berikutnya tidak tanggung-tanggung, Bank Nasional Spanyol, tempat penyimpanan emas negara tersebut menjadi incaran.

El Profesor atau Sergio Marquina (diperankan oleh Álvaro Morte) merupakan otak di balik pencurian yang hampir sempurna itu. Ia dan kawanan pencuri lain, dengan beragam keahlian masing-masing—yang menggunakan nama kota sebagai identitas—saling bekerja sama guna memuluskan misi yang bisa dibilang mustahil tersebut.

Berbekal Jumpsuits merah menyala dan topeng pelukis Salvador Dali, diceritakan bahwa kawanan pencuri tersebut menciptakan mode anyar dalam gerakan perlawanan di seluruh dunia. Ajaibnya, mode perlawanan kekinian itu tidak hanya berlaku di dalam serial layanan streaming itu saja, melainkan telah menjalar hingga menjadi suatu bentuk nyata di seluruh dunia.

Itu terbukti ketika beberapa demonstran yang turun ke jalan beberapa waktu lalu, mengenakan jumpsuits merah dan topeng Dali sebagai simbol perlawanan, kemarahan, dan skeptisisme terhadap sistem. Dan warna merah juga merupakan simbol untuk banyak hal: cinta, kematian, dan perlawanan. Perlu diketahui, bahwa pemilihan warna merah dalam jumpsuits tersebut merupakan simbol untuk banyak hal, seperti cinta, kematian, dan tentu saja perlawanan.

Belum lagi jika lagu rakyat Italia, Bella Ciao mulai diperdengarkan: akan menambah semangat perlawanan terhadap tirani.

Pemilihan sosok Dali, dan penggunaan lagu Bella Ciao bukanlah tanpa sebab. Itu pula yang membuat Profesor—sosok perfeksionis dengan idealisme tingginya—setidaknya akan menyajikan realitas dari perspektif yang berbeda. Bahwa pencurian yang dilakukan bukan soal hitam-putih atau baik-buruk.

Hal tersebut juga yang membuat serial ini cukup epik dengan menampilkan karakter yang abu-abu dan tidak dominan.

Kenapa kau tak mau mendengarku? Karena aku penjahat? Kau diajari melihat semuanya baik dan buruk. Kau menerima tindakan kami jika orang lain yang lakukan. Pada tahun 2011 Bank Sentral Eropa mencetak 171 miliar Euro secara tiba-tiba. Seperti yang kami lakukan, hanya lebih banyak. Lalu, 185 miliar pada tahun 2012. Juga 145 miliar pada tahun 2013. Kau tahu semua uang itu ke mana? Ke bank-bank. Langsung dari pabrik, ke saku orang kaya. Adakah yang bilang bank sentral eropa pencuri? “Injeksi likuiditas,” istilahnya. Mereka menariknya entah dari mana. Aku melakukan injeksi likuiditas, tapi bukan untuk para bankir. Aku melakukannya di sini, dalam ekonomi riil. Dengan sekelompok pecundang, itulah kami.

Salah satu misi dari Profesor—dengan realitas yang berbeda tersebut—yakni membuat media mengabarkan kepada dunia, bahwa apa yang mereka lakukan semata-mata merupakan bentuk perlawanan terhadap kesewenang-wenangan sistem. Bahwa perjuangan mereka sebenarnya untuk kepentingan orang banyak, bukan pribadi. Dan hal tersebut nampaknya sejalan dengan konsep kepahlawanan klasik: berjuang untuk kepentingan orang banyak.

Alih-alih mendapat kecaman, mereka justru memicu semangat baru serta simbol perlawanan bagi masyarakat Spanyol dalam serial tersebut, bahkan telah berubah menjadi langkah nyata para demonstran di seluruh dunia. Seperti yang terjadi di Indonesia ketika berbagai lapisan masyarakat melakukan demonstrasi terkait RUU KUHP dan RUU KPK.

Beberapa demonstran tersebut terlihat memakai jumpsuits merah dan topeng Dali sambil menenteng poster-poster berisikan tulisan maupun tuntutan terkait tema yang dibawa. Begitupun di Brasil, Argentina, Kolombia, Italia, Perancis, Jerman dan banyak tempat lainnya.

Dibalik penggunaan topeng Dali

Seperti yang diketahui, pencurian tersebut dilakukan oleh sekelompok orang dengan mengenakan jumpsuits merah dan topeng yang menyerupai pelukis terkenal, Salvador Dali.

Mungkin sebagian dari kita akan menanyakan perihal penggunaan topeng Dali tersebut tidaklah semenakutkan topeng Scream. Ya, karena tujuan mereka bukanlah menciptakan kesan menyeramkan sampai-sampai membuat para sandera menangis darah.

Dalam episode pembuka serial ini juga telah dibahas secara singkat bahwa sosok pelukis terkenal asal Spanyol tersebut dipilih karena memiliki kesamaan bentuk perlawanan, yakni melawan kapitalisme.

Dengan pistol di tangan, orang gila lebih menakutkan dari topeng kerangka.

—Berlin

Penggunaan topeng Dali salah satunya mengacu pada idealisme gerakan Dada atau Dadaisme atau juga gerakan seni “anti-seni”melalui penolakan pada aturan seni yang lahir ketika perang dunia pertama dan berlaku ketika itu.

Bisa dikatakan, bahwa gerakan Dada merupakan versi Golput dari seni, dimana gerakan tersebut tidak akan memilih atau menjadikan salah satu dari sekian banyak aliran seni menjadi pedoman dari seni yang sudah ada. Sikap nihilis tersebut dipresentasikan melalui wujud protes terhadap nilai-nilai yang sudah tidak menentu akibat atau dampak dari perang dunia yang terjadi.

Kasarannya, Dadaisme menolak semua hukum-hukum seni yang sudah ada dan mapan. Mereka memiliki semangat menolak frame berpikir “seni adalah sesuatu yang tinggi, yang mahal, yang serius, yang rumit, dan eksklusif” lantaran seni semacam itu adalah milik kaum menengah ke atas yang memiliki estetika semu. Jelas, gerakan itu memotivasi seniman untuk memperluas batas-batas dunia seni.

Gerakan tersebut juga merupakan respon yang ditunjukkan dari para seniman terhadap kengerian dan kebodohan perang. Pada awalnya, Dadaisme merupakan protes terhadap Perang Dunia pertama, kemudian ia tumbuh menjadi fenomena budaya, mendobrak sikap yang dianggap tabu, ofensif dan kekanak-kanakan.

Para Dadais tidak hanya diisi oleh kalangan seniman saja, melainkan juga para penulis, penyair, penyanyi, dan penari. Bahkan salah satu pendirinya, Hugo Ball merupakan seorang penulis. Para pemberontak tersebut yang kemudian mengilhami gerakan-gerakan besar lainnya, seperti surealisme bahkan Punk Rock.

Meskipun gerakan Dadaisme berlangsung kurang dari satu dekade, efek gerakan ini dapat dilihat sepanjang sejarah dan bahkan hari ini. Banyak seniman terinspirasi oleh kejenakaan liar dan sifat anti-otoriter Dada yang berani.

Kini, topeng Dali telah menginspirasi rakyat dan menjadi simbol di seluruh dunia bagi mereka yang melawan, mulai geram, maupun skeptis terhadap kesewenang-wenangan.

Pemilihan lagu Bella Ciao

Kehidupan profesor hanya berputar sekitar satu ide: perlawanan. Kakeknya, yang telah berjuang melawan kaum fasis di Italia, mengajarkan lagu itu—dan dia mengajarkan lagu itu kepada kami.

—Tokio

Bella Ciao pada mulanya merupakan lagu rakyat Italia yang digunakan sebagai lagu untuk perlawanan anti-fasis dan digunakan di seluruh dunia sebagai nyanyian kebebasan. Setidaknya begitu dalam buku Vladimir L. Marchenkov berjudul Arts and Terror. Tentu sebelum liriknya disesuaikan pasca perlawanan partisan melawan kaum fasis selama perang dunia kedua.

Jauh sebelum itu, dalam buku Songs That Make History Around the World karya Jerry Silverman, mengatakan bahwa Bella Ciao pertama kali dinyanyikan oleh para buruh perempuan yang bekerja di ladang di Italia Utara untuk sekedar menghabiskan waktu.

Akhir kata, serial La Casa de Papel atau Money Heist ini tidak hanya mengenai pencurian bank, tetapi juga sebuah cerita tentang perlawanan.

Mereka bukan Robin Hood, melainkan si pemberontak yang menyerang sistem kapitalis untuk mengatalisasi publik dengan tindakan serta mimpi untuk masa depan. Serial ini melampaui batas film pencurian klasik. Dan tentu saja, seperti slogan dalam musim ketiganya, mari bergabung dalam barisan!

No more articles