Organisasi Ekstra Kampus Hadir Di Waktu Yang Salah

Organisasi Ekstra Kampus Hadir Di Waktu Yang Salah
Organisasi Ekstra Kampus Hadir Di Waktu Yang Salah. Ilustrasi/Adi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

“Seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan.”

(Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia, 1975.)

Kata-kata yang singkat, menginspirasi, namun sekaligus menampar sanubari. Bagaimana tidak, ketidakadilan intelektual lebih sering dipertontonkan oleh orang-orang yang menganggap dirinya kaum terpelajar.

Di momentum Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang seharusnya digunakan untuk mengenalkan budaya kampus kepada mahasiswa baru (Maba) malah ditunggangi kepentingan oknum panitia yang ingin mempromosikan salah satu organisasi mahasiswa ekstra kampus (OMEK) guna menggaet kader sebanyak mungkin dengan memanfaatkan posisinya di struktur kepanitian.

Penulis mendengar dari salah satu panitia PKKMB yang mendapati mahasiswa baru membawa selebaran berisi ajakan bergabung ke salah satu Omek yang ada di kampus, bahwa selebaran tersebut diperoleh saat kegiatan kajian keislaman berlangsung. Padahal menurut peraturan PKKMB yang sudah disepakati bersama oleh panitia, sudah sangat jelas, bahwa tidak diperbolehkan membuka pendaftaran atau mempromosikan organisasi di hari pertama dan kedua kepada maba.

Walaupun selebaran yang dibagikan tidak berisi formulir pendaftaran, tapi di selebaran tersebut mencantumkan nomor WhatsApp untuk dihubungi.  Berangkat dari rasa penasaran dengan adanya nomor tersebut, penulis mencoba menghubunginya. Dan ternyata setelah dihubungi, benar saja, seseorang di ujung percakapan tersebut mengiyakan dan memberikan si pendaftar berupa data diri untuk kemudian di isikan, seperti: nama, jurusan, dan alamat asal. Jika kasusnya seperti itu, bukankah sama halnya membuka pendaftaran?

Untuk pengenalan Organisasi Kemahasiswaan (Orkema), panitia PKKMB sudah memberikan jadwal di hari ketiga  ketika pengenalan Orkema, dan hari keenam ketika berlangsung expo mini, hal ini dimaksudkan agar panitia yang berada di struktur kepanitiaan fokus ke acara (PKKMB), bukan malah fokus cari kader dengan memanfaatkan posisinya, ehh.

Lantas, jika ada mahasiswa yang membawa atribut, menyebar selebaran berupa promosi jalan-jalan, dan terdapat logo OMEK di selebaran yang dibagikan di kampus, serta pendaftaran yang dilakukan melalui Direct Message (DM) akun resmi sosial media OMEK itu bagaimana? Hmmm

Legitimasi Organisasi Ekstra Kampus Berkegiatan Di Kampus

Dengan adanya Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018, maka Surat Keputusan (SK) Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor 26/DIKTI/KEP/2002 Tentang Pelarangan Organisasi Ekstra Kampus dalam Kehidupan Kampus sudah tidak berlaku lagi dong. Meski sudah dicabut, simbol-simbol organisasi ekstra, seperti bendera dan atribut lainnya harusnya tetap tidak diperbolehkan beredar di dalam kampus, kan?

OMEK hanya diperbolehkan berkegiatan di Unit Kegiatan Mahasiswa Pengawal Ideologi Bangsa (UKM PIB). Sedangkan di kampus kita yang tercinta ini belum ada UKM PIB, walaupun sudah ada, OMEK juga dilarang  membawa bendera organisasinya didalam UKM PIB. OMEK harus melebur di bawah UKM tersebut dan di bawah tanggung jawab Perguruan Tinggi, yakni di bawah pengawasan rektor.

Sebenarnya boleh atau tidaknya OMEK berada di lingkungan kampus tergantung juga pada kebijakan perguruan tinggi itu sendiri. Di sebagian kampus ada yang melegalkan organisasi ekstra berkegiatan di lingkungan kampus, ada juga yang melarang.

Pihak Yang Berwenang Harus Tegas!

Acara PKKMB tidak hanya melibatkan mahasiswa saja, tapi juga melibatkan delegasi lembaga sebagai penanggung jawab. Delegasi dari lembaga secara hierarki struktural memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada delegasi mahasiswa. Karena menurut surat edaran Menristekdikti 413/B/SE/VII/2018, yang bertanggungjawab atas jalannya PKKMB adalah Koordinasi Pimpinan Perguruan Tinggi bidang Kemahasiswaan sekaligus juga bertanggung jawab kepada pimpinan perguruan tinggi. Maka pihak lembaga harus menindak tegas oknum panitia yang melanggar aturan tersebut.

Oleh karena itu delegasi perguruan tinggi harus tegas dalam memberikan sanksi terhadap oknum panitia maupun mahasiswa yang berafiliasi dengan OMEK yang melanggar aturan tersebut. Penulis berharap anggota struktural/simpatisan OMEK yang menyebarkan brosur tersebut diawasi secara ketat oleh kampus. Walaupun itu dilakukan oleh oknum, namun hal tersebut dilakukan dengan sangat terstruktur dan sistematis. Semoga saja hal semacam ini tidak terulang lagi di acara PKKMB di tahun depan.

Akhir kata, mari ketik Amin di kolom komentar. Dan jangan lupa sebarkan pesan ini walau hanya ke grup kelas.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email