Pembukaan Masa Kampanye dan Orasi Pemilwa 2019

Masa Kampanye Pemilwa Amikom Resmi Dibuka
Masa Kampanye Pemilwa Amikom Resmi Dibuka
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

LPMJournal.ID – Masa kampanye Pemilihan Langsung Mahasiswa (Pemilwa) Universitas Amikom Yogyakarta resmi dibuka pada Senin pagi (18/11/19). Acara pembukaan yang diselenggarakan di Basement V tersebut turut dihadiri Achmad Fauzi selaku Wakil Rektor III.

Rangkaian acara dimulai dengan sambutan-sambutan, pemukulan gong serta orasi penyampaian visi, misi dan ide gagasan Calon Presiden Mahasiswa (Capresma) dan Calon Wakil Presiden Mahasiswa (Cawapresma).

Pada sambutannya, Achmad Fauzi mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada panitia khususnya, yang telah  berjuang mempersiapkan pemilu mahasiswa (Pemilwa-red). Karena tahun ini bukan hanya dua kandidat. Dan harapannya tingkat partisipasi dari mahasiswa yang ikut pemilu tahun ini bisa meningkat lebih banyak.

“sesuatu yang luar biasa selama ada pemilu mahasiswa baru kali ini muncul empat calon capres cawapres. Oleh karena itu tentunya apresiasi kepada panitia yang mensosialisasikan agenda besar mahasiswa ini” tungkasnya.

Pembukaan Masa Kampanye

Pemukulan gong oleh Wakil Rektor III, pertanda bahwa awal masa efektif untuk berkampanye resmi dimulai. Berlanjut dengan orasi dari para Capresma dan Cawapresma sesuai nomor urut masing-masing, yang sebelumnya telah diundi pada Sabtu (16/11/19) di Aula BSC.

Masa efektif kampanye itu sendiri berlangsung dari dipukulnya gong, hingga nanti setelah debat dilangsungkan.

Kegiatan ini merupakan rangkaian susunan acara Pemilwa 2019 yang sebelumnya telah dilakukan sosialisasi, pengajuan berkas pendaftaran, verifikasi berkas, interview tahap I dan II dan pembacaan tata tertib kampanye.

“Orasi itu tadi adalah rangkaian kegiatan kampanye yang kita fasilitasikan dari panitia Pemilwa,” jelas M. Rifqi Despian selaku ketua Pemilwa pada tahun ini.

“Money politics, terus black campaign dan segala hal-hal yang menjurus kepada perusakan alat peraga kampanye paslon yang lain atau misalnya merusak fasilitas di kampus, dan sebagainya,” tambahnya.

Dengan adanya orasi tersebut, panitia Pemilwa mengharapkan ketidaktahuan mahasiswa kampus ungu terhadap adanya pemilwa dapat diminimalisir.

Rifqi mengungkapkan bahwa mahasiswa dalam Pemilwa tahun lalu, apatis. Menurutnya apatisme mahasiswa Amikom adalah sebuah penyakit. “harapannya, penyakit apatis itu mulai sembuh dan kian hilang,” katanya.

Reporter : Chandra | Ersla

Redaktur : Difa

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email