Pers mahasiswa menjadi salah satu elemen penting di lingkup kampus. Kegiatan mahasiswa tersebut telah hadir sangat lama dan ada di setiap kampus, karena pers mahasiswa merupakan sarana dan media untuk menyampaikan opini serta informasi secara kritis bagi masyarakat luas. Tidak hanya itu, pers mahasiswa juga menjadi wadah penampung aspirasi kepentingan mahasiswa.

Kampus sebagai ruang akademis membuat pers mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir secara kritis dalam menganalisa suatu hal yang terjadi di lingkungan sekitar. Pers mahasiswa juga mendorong tiap anggotanya untuk berani untuk berbicara serta menyampaikan suatu pendapat mereka.

Lalu, dalam lingkup ini pembaca ataupun pers mahasiswa itu sendiri secara tidak langsung diajarkan untuk melihat suatu wacana atau berita tidak cukup hanya dengan paradigma positif, melainkan perlu juga pemikiran yang kritis. Bahkan di balik pemberitaan suatu media, ada kalanya mereka mengetahui ‘ada kepentingan’ seseorang ataupun kelompok terhadap arah berita tersebut.

Berbeda dengan dunia jurnalistik pada umumnya, pers mahasiswa diisi oleh para mahasiswa yang berpikiran kritis, peka, dan tertarik terhadap situasi bangsa, serta menyukai dunia jurnalistik. Anggota pers mahasiswa bisa dibilang aktif akan semua hal, di dalam kampus maupun luar kampus. Bahkan untuk beberapa anggota yang sudah cukup lama tidak hanya “konon katanya kritis, tapi mereka memang sangatlah kritis dan mampu membuat orang lain yang mendengarkan setiap obrolannya kagum bahkan terkadang tidak paham karena terlalu berat bahasanya di setiap obrolan.

Pers Mahasiswa

Pers mahasiswa seperti suatu hal yang berharga bagi para mahasiswa yang memiliki jiwa-jiwa kritis dan minat akan dunia jurnalistik. Bahkan pers dijadikan pegangan utama para mahasiswa dikala suatu nasehat tidak lagi didengar, bahkan suara tak lagi ada yang dihiraukan.

Mahasiswa didorong untuk memiliki kepribadian yang kritis dan tahan banting. Pers mahasiswa menjadi sarana informasi yang amat membantu para mahasiswa mendapatkan informasi berupa berita atau isu yang sedang ramai dibicarakan, terutama di wilayah kampus sendiri. Untuk hal yang menjadi penghambat dan menjadi halangan pers mahasiswa untuk berkembang tidak lain adalah terkadang ada beberapa mahasiswa yang bersikap bodo amat dalam menanggapi sebuah berita atau isu yang ada. Lalu ditambah kekhawatiran dan takut untuk membongkar suatu isu permasalahan yang mana menjadikan pers mahasiswa kian turun peminatnya. Ditambah Terkadang pers mahasiswa menemui tekanan baik dalam internal kampus maupun eksternal yang mengakibatkan pers mahasiswa kadang tidak dapat berjalan lebih jauh.

“Pers mahasiswa di kampus ibarat sungai di gersangnya gurun pasir, di mana pers mahasiswa menjadi suatu yang menyegarkan dan membantu memenuhi dahaga jiwa-jiwa kritis para mahasiswanya”.

Pers mahasiswa dituntut untuk menyampaikan pemikiran tanpa mengeluarkan kata yang berisikan judge. Karna pers mahasiswa juga berhak memiliki keberpihakan dalam menyuarakan pemikirannya.  

Disaat media yang ada sudah tidak mampu memberikan kontrol sosial yang benar karena adanya pihak tertentu demi kepentingan pribadi, maka peran pers mahasiswa menjadi media alternatif yang mampu memukul balik kenyataan tersebut. Pers mahasiswa adalah nafas dan akan terus berkembang seiring berkembangnya zaman. Tanpa pers mahasiswa, akan dikemanakan suara dan aspirasi mahasiswa, serta dimana wadah pemikiran kritis para mahasiswa.

Keadaan Saat Ini

Apakah kita pernah berada dalam suatu forum yang kadang ucapan kita tidak dapat ditangkap oleh lawan bicara? Walaupun kita telah menggunakan bahasa sehari-hari yang dimengerti dan dipahami lawan bicara, namun masih belum dipahami oleh mereka. Sehingga hal tersebut membuat kita bertanya-tanya, “apa yang membuat bingung?”

Sebenarnya hal itu dikarenakan ‘cara berpikir’, karna sesungguhnya obrolan kita pada lawan bicara juga harus memakai pemahaman dan cara berpikir yang sama. Kita harus mengerti kapan kita menggunakan pikiran, setelah kita tahu kapan kita berpikir, tak lama lagi kita akan memahami sebenarnya apa itu berpikir. Bahkan contoh saat ini, saya rasa cukup banyak orang yang hanya turut berbicara dengan lantang tanpa tahu permasalahan dan intinya, Seperti saat adanya isu politik yang cukup panas, beberapa orang hanya turut bersuara tapi saat ditanya tidak tahu dan tidak dapat menjelaskan. Miris melihat kenyataan tersebut, karna mereka tidak terlebih dahulu membaca serta turut menyimak berita yang ada, hanya turut serta ikut tanpa tahu apa yang mereka bawa.

Bawasannya dalam pers mahasiswa kita secara tidak langsung dituntut untuk memahami, baru turut bertindak. Kita menyampaikan suatu pendapat juga harus memahami latar belakang yang kita kritik. Maka dari itu, sikap berpikir serta kritis sangatlah penting. Kritis tidak selalu dipandang sebagai orang yang berpikir secara egois tanpa mau mendengarkan pendapat orang lain, kritis dapat membantu kita dalam memecahkan dan lebih memahami suatu permasalahan yang ada.

Pers mahasiswa sebagai sarana para mahasiswa dengan jiwa-jiwa pemikiran kritis dan menyukai dunia jurnalistik. Kita dituntut dan diajarkan untuk kritis dalam berpikir.

Disisi lain, mahasiswa dituntut untuk mampu memberi sebuah penjelasan akan kebijakan serta memberikan kesadaran masyarakat agar mengerti, memahami dan paham akan persoalan yang terjadi. Bentuk edukasi tersebut dijadikan salah satu langkah mahasiswa untuk menumbuhkan sikap berpikir kritis, sehingga mahasiswa dapat memahami dan bertindak tepat pada permasalahan yang mereka dihadapi.

Tulisan opini berjudul “Pers Mahasiswa dan Paradigma Kritis” ini merupakan kiriman anggota magang LPM Journal, Lina Agis. Jika kamu juga memiliki sedikit kegelisahan, kamu dapat menuangkannya melalui LPMJOURNAL.ID atau simak mekanisme pengiriman tulisan disini.

No more articles