Trilogi Pra-Revolusi. Repro/Bayu Utomo
Trilogi Pra-Revolusi. Repro/Bayu Utomo
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Malam Ini

Malam ini akan ku kabarkan
Jeritan-jeritan yang mengemis keadilan
Rintihan yang tak kunjung usai merong-rong
Kalam-kalam yang tak pernah terdengar

Malam ini akan ku kabarkan
Berita-berita kehilangan
Dan egomu meminta kebebasan untukmu sendiri
Dan ketakutanmu membutakanmu

Malam ini juga akan ku kutuk-sumpahi
Mereka yang masih berdalih untuk berpaling dari keadilan
Untuk mata-mata yang masih berpura-pura buta
Dan telinga yang masih berpura-pura tuli

Peringatan!

teriakan kami
tak terdengar
pada akhirnya
kami hanya bayang-bayang

rupa kotor kami
tak terlihat
pada akhirnya
kami hanya bayang-bayang

bau busuk keringat kami
tak terendus
pada akhirnya
kami hanya bayang-bayang

rumah dan tanah
telah terjarah
pada akhirnya
kami hanya bayang-bayang

pada akhirnya
kami hanya byang-bayang
jangan salahkan kami saat panas obor kami membakar dan menghancurkan setiap petak ruang kalian yang dingin

pada akhirnya
kami hanya bayang-bayang
jangan salahkan kami saat hentakan kaki kami merobohkan gedung-gedung kalian rata dengan tanah

pada akhirnya
kami hanya bayang-bayang
jangan salahkan kami saat batu bara menghujani kepala kalian

pada akhirnya kami tak pernah memilih sendiri
jangan salahkan kami saat kami buat pilihan sendiri!

Marsinah

bidadari pernah datang..
bukan, dia bukan bidadari!
dia adalah Imam
dia masuk kedalam setiap hati
membawa setiap isi

dia bukan baju
bukan sorban
bukan simbol-simbol palsu
bukan kebutaan yang menandai hari kemunduran atau akhir peradaban

dia masuk ke setiap ruang-ruang kotor tanpa mengotori hati
tak seperti mereka
yang berada di mimbar-mimbar bersih dengan omong kosong tak berarti!

atau mereka
berseragam dan merasa paling bersih

seberapa banyak botol parfum yang habis
bau hati yang busuk akan terus tercium
DAN AKAN SEMAKIN MENYENGAT!

 

Tulisan sastra berjudul “Trilogi Pra-Revolusi” ini merupakan kiriman kontributor dengan nama pena Kanon. Kamu juga dapat mengirimkan tulisan kamu di LPMJOURNAL.ID dengan menyimak mekanisme pengiriman tulisan disini.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email